Jumat, 24 Februari 2012

my love story


Hari ini my schedule is beresin buku-buku yang menumpuk berantakan di dalam kardus. Ketika sedang beres-beres sebuah diary berwarna biru menarik hatiku untuk membaca isinya. Dan ternyata itu adalah diary ku ketika masih SMA, membacanya membuatku ingin tertawa, betapa polosnya aku dulu. Berkelebatan bayangan flash back masa lalu ku seiring dengan tiap kalimat yang kubaca satu persatu dengan susah payah karena tulisannya tidak terlalu jelas. Dan ternyata ada juga bagian yang mengisahkan tentang My Love Story, dengan seseorang yang tidak ku sangka akan jadi seseorang yang dekat denganku…..
Perkenalan kami diawali dari sebuah miscalled yang datang dari sebuah nomor tak dikenal ke nomor hp ku, karena iseng aku balas miscalled nomor itu ternyata ada nada sambung pribadinya…..hehehehee lumayan nih buat hiburan, terdengar suara agnes monica yang sedang mendendangkan lagu matahariku…….kebiasaan it uterus menerus diulang setiap hari ketika sedang tidak ada kerjaan. Kemudian kami meningkatkan hubungan kami dengan saling kenalan lewat  sms dan lama kelamaan ngobrol via telepon, walaupun numpang  pake nomor temanku karena kita beda provider jadi kalo telepon mahal… maklum anak kos.   
Pertemuan pertama kami berlokasi di depan tempat kos di mana aku bernaung, ternyata dia adlah sepupu teman satu kos ku, kami pun berkenalan secara langsung dengan perantara mba dian (sepupunya sekaligus teman satu kosku). “tya ini zen, zen ini tya”ujar mba dian saling memperkenalkan kami. Dan kami hanya saling tersenyum semanis-manisnya (hehehehe…lebay). “oh ini yang namanya zen to, ya udah dulu ya aku masuk dulu ke kosan mau istirahat capek baru pulang sekolah.” Aku pun masuk ke dalam kamar dengan membawa segudang pertanyaan kenapa dia ada disini, trus mau ngapain ke sini, bukankah seharusnya dia ada di Jawa Timur kan dia sekolah juga di sana?.
Tiba-tiba temanku berkata,” tya da telepon dari zen nih.” Ya bentar, jawabku.
“halo, ada apa ya?”.tanyaku. “mmmm,  tadi gimana rasanya ? Tanya zen. “rasa? Maksudnya rasa apa?” tanyaku bingung ga ngerti maksudnya apa si zen ni. “tadi pas ketemu rasanya apa?” Tanya zen . “ rasa gimana ? coklat? Strawberi?.” Bukan itu maksudnya…..”kata zen kemudian telepon ditutup mungkin dia kesal. Sebenarnya aku tahu yang dia maksud ada rasa atau tidak waktu kita bertemu tadi, dasar cowo ga nanya langsung gitu aja kan enak ga bikin q mikir. Saat itu aku benar-benar tidak ada rasa dalam arti chemistry sama zen, tidak sedikit pun yang ada Cuma malu karena jarang ketemu cowo dan aku anti sama yang namanya berhubungan dekat dengan cowo.
Belajar dari teman-temanku yang berpacaran hanya akan mengakibatkan sakit hati, galau, dan bikin jadi cengeng karena disakiti sama pacar mereka. Jadi aku bertekad untuk tidak berpacaran. Tapi dengan tekadku ini malah menyebabkan beberapa teman misunderstanding. Mungkin karena penampilan dan gerak-gerikku yang mereka bilang tomboy dengan potongan pendek mirip cowo dan cara berjalan yang tidak ada kesan anggunnya sedikitpun alias lebih mirip cowo dari belakang itu lah yang membuatku jadi dikira lebih suka cewe daripada cowo. Sungguh aku masih normal teman, walaupun penampilanku mirip cowo tapi aku masih cewe tulen, buktinya aku tetep dapet jatah kedatangan bulan walaupun tidak teratur setiap bulan dapat, (yang penting kan dapet).
Hari-hari berikutnya hubungan kami via HP terus berjalan dengan baik, sampai akhirnya zen mulai mengirm sms yang isinya romantic ( kata temanku) setiap hari. Dan aku mengacuhkan sms itu, aku hanya membalas sms yang penting saja. Dan akhirnya ketika liburan sekolah tiba, zen mengungkapkan perasaanya padaku, via sms.  Dan aku menolaknya dengan alas an ga mau berpacaran dulu, tapi kemudian adikku berkata”mba itu kasian anak orang ntar dia sakit hati ditolak cintanya gitu ma mba”. Terus gimana? Harus maba terima gitu ? ya lihat saja anti kalao dia emang bener2 ya pasti dia telepon.” Dan benar ternyata dia telepon lalu kusuruh adikku untuk mengangkatnya karena aku sedang sibukk dengan segunung tumpukan baju yang sedang aku setrika. “mba dia bilang suka ma mba ini gimana mau dijawab iya mba juga suka apa giman mba?mau nrima ga dia ga? “kata adikku. Hah emang dia ga bisa ngenalin suara ku ya, itu kan adikku. Dasar odong!. Ya udah sini, teleponnya , kataku. “ beri waktu ya tar aku kabarin kalo dah dapat jawabannya.”
Dan setelah seminggu akhirnya kita jadian dan memulai pacaran jarak jauh.............................
dan haranku semoga kami bisa melangkah menuju jenjang yang lebih serius yang diridhoi oleh Allah dalam suatu ikatan yang suci.......... yang tidak dapat memisahkan kami kecuali Allah ...................fiddunya wal akhirat..............

0 komentar:

Posting Komentar